| | System Clock | |
Apa itu NTP? Secara umum, Network Time Protocol (NTP) adalah protocol untuk meng-sinkron-kan sistem waktu (clock) pada komputer terhadap sumber yang akurat, melalui jaringan intranet atau internet. Terdapat beberapa situs NTP "Stratum 1" (situs NTP dengan sumber waktu dari atomic clock) and "Stratum 2" (situs NTP dengan sumber waktu dari situs NTP lain, dengan sedikit penurunan tingkat akurasi) yang dapat digunakan oleh publik. Dalam aplikasinya, sebaiknya jaringan mempunyai satu (atau lebih) NTP server lokal (Stratum 2 atau 3) untuk semua work-station, yang di-sinkron-kan terhadap NTP server di luar jaringan. Konfigurasi ini lebih menjamin korelasi antar sistem-sistem yang terkait dalam jaringan yang bersangkutan. NTP Server NTP Server adalah situs NTP Stratum 1, 2, ..dst., yaitu Server yang sistem waktunya di-sinkron-kan terhadap sumber waktu akurat, dan men-transmisi-kan paket informasi waktu kepada komputer 'klien' yang meminta. Puslit KIM LIPI, sebagai Institusi Metrologi Nasional (NMI: National Metrology Institute) bagi Indonesia, memberikan layanan NTP untuk keperluan publik, khususnya di Indonesia, secara gratis. Server di-sinkron-kan langsung terhadap UTC(KIM), skala waktu atomik yang direalisasikan di Lab. Standar Waktu & Frekuensi Puslit KIM - LIPI. Pengguna dapat memanfaatkan dengan cara meng-instal software NTP-client pada komputer internet-nya, mengisi host/server dengan URL: ntp.kim.lipi.go.id Protocol yang dilayani oleh ntp.kim.lipi.go.id Keluarga NTP
NTP merupakan protokol canggih, menggunakan pengalamatan unicast dan multicast. Data NTP disajikan dalam hitungan angka sekon fixed-point 64-bit., sejak 1900-01-01 00:00.00 UTC. Bagian integer ada pada 32 bit pertama dan bagian pecahannya pada 32 bit berikutnya. Angka maksimum adalah 4294967295 sekon dengan kepresisian sekitar 200 pikosekon. Format SNTP kompatibel dengan spesifikasi NTP, menggunakan strategi akses servers-clients yang disederhanakan; Protocol lainnya
Firewalls/Proxy dan NTP Server NTP berkomunikasi dengan klien menggunakan UDP port 123, tidak seperti protokol UDP lainnya yang menggunakan port tinggi (lebih besar dari 1023). Karena itu Firewall/Proxy Server harus di-set agar membuka jalur lalu-lintas UDP pada port 123, sehingga singkronisasi antara Server NTP dengan 'klien' dapat dilakukan. |
|
|
Copyright 2004 Puslit KIM - LIPI |